Tampilkan postingan dengan label Communication Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Communication Science. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2015

KOMUNIKASI INTERNASIONAL DALAM KONFERENSI ASIA AFRIKA

Berakhirnya Perang Dunia I membawa pengaruh terhadap bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk memperoleh kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan. Di samping itu juga ditandai dengan munculnya dua kekuatan ideologis, politis, dan militer termasuk pengembangan senjata nuklir. Negara Republik Indonesia dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat dan bernegara selalu berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Salah satu bentuk penyelenggaraan kehidupan bernegara adalah menjalin kerja sama dengan negara lain. Kebijakan yang menyangkut hubungan dengan negara lain terangkum dalam kebijakan politik luar negeri. Oleh karena itu, pelaksanaan politik luar negeri Indonesia juga harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Indonesia mencetuskan gagasannya untuk menggalang kerja sama dan solidaritas antarbangsa dengan menyelenggarakan KAA.
Sebagai cetusan rasa setia kawan dan sebagai usaha untuk menjaga perdamaian dunia, pelaksanaan Konferensi Asia Afrika mempunyai arti penting, baik bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika pada khususnya maupun dunia pada umumnya. Tujuan diadakannya KKA adalah sebagai berikut:
  • memajukan kerja sama bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan;
  • memberantas diskriminasi ras dan kolonialisme;
  •  memperbesar peranan bangsa Asia dan Afrika di dunia dan ikut serta mengusahakan perdamaian dunia dan kerja sama internasional.
  •  bekerja sama dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya,
  • membicarakan masalah-masalah khusus yang menyangkut kepentingan bersama seperti kedaulatan negara, rasionalisme, dan kolonialisme.
Proses Komunikasi Antarnegara dalam Konferensi Asia Afrika
Konferensi Asia Afrika membicarakan hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama negara-negara di Asia dan Afrika, terutama kerja sama ekonomi dan kebudayaan, serta masalah kolonialisme dan perdamaian dunia. Kerja sama ekonomi dalam lingkungan bangsa-bangsa Asia dan Afrika dilakukan dengan saling memberikan bantuan teknik dan tenaga ahli. Konferensi tersebut berpendapat bahwa negara-negara di Asia dan Afrika perlu memperluas perdagangan dan pertukaran delegasi dagang. Dalam konferensi tersebut ditegaskan juga pentingnya masalah perhubungan antarnegara karena kelancaran perhubungan dapat memajukan ekonomi. Konferensi juga menyetujui penggunaan beberapa organisasi internasional yang telah ada untuk memajukan ekonomi.
Tahun ini, KAA baru saja diselenggarakan di Kota Bandung, tepatnya pada tanggal 23 April 2015 kemarin. Konferensi Asia Afrika tahun 1955 menjadi tonggak penting dalam sejarah bangsa-bangsa di Asia dan Afrika. Para delegasi yang berasal dari 29 negara peserta konferensi berkumpul di Bandung, Indonesia untuk membahas perdamaian, keamanan, dan pembangunan ekonomi disaat banyak masalah muncul di berbagai belahan dunia. Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika ini bertujuan untuk menjembatani negara-negara Asia dan Afrika mewujudkan kemitraan lebih erat dan menjadi sarana berbagi pengalaman dalam meningkatkan pembangunan ekonomi. Forum ini juga menjadi kesempatan untuk membahas solusi dan cara mengatasi tantangan bersama melalui penguatan kerja sama Selatan-Selatan.
Pada pelaksanaan KKA kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kunci sekaligus meresmikan pembukaan Forum Komunikasi Bisnis Asia-Afrika (AABS), di Jakarta Convention Center (JCC). Penyelenggaraan AABS 2015 juga turut menampilkan pembicara kunci lainnya, yaitu Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Pembicara lainnya adalah para CEO dari negara-negara Afrika dan Asia, di antaranya CEO Alibaba Group Jack Ma dari Tiongkok, Sri Dato Tahir (Mayapada Grup), Franky Oesman Widjaja (Sinar Mas Grup), Hidayat Nyakman (Petrokimia Gresik), dan Chairul Tanjung (Para Group).
Kegiatan bertema “Revitalization of Asia Africa Partnership for Progress and Prosperity” diharapkan dapat mendorong kerja sama selatan-selatan, khususnya di bidang perdagangan dan investasi. Pertemuan itu juga akan mendeklarasikan pembentukan Asia-Africa Business Council yang diwakili para pemimpin delegasi negara-negara peserta, yang dilanjutkan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kadin Indonesia dan China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT).
Parlemen memiliki peran penting dalam mewujudkan demokrasi di negara-negara Asia-Afrika. Selama ini, kerjasama antarpemerintah di negara-negara Asia-Afrika sudah cukup baik. Namun, diperlukan dukungan parlemen untuk meningkatkan kerja sama tersebut. Demi mewujudkan hal tersebut, perlu adanya peningkatan kemitraan strategis antarparlemen Asia Afrika. Perlu dibangun komunikasi efektif antardua benua, antarparlemen Asia-Afrika. Oleh karena itu, pada peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika ini, pemerintah berinisiatif membentuk Asian African Parliamentary Group. Banyak pekerjaan rumah yang belum selesai sejak KAA pertama kali terbentuk di Bandung, Jawa Barat, 60 tahun lalu. Pekerjaan rumah itu diantaranya menciptakan kesejahteraan, perdamaian serta mewujudkan stabilitas keamanan negara Asia-Afrika. KAA kali ini tidak hanya akan membahas mengenai sejumlah pekerjaan rumah yang belum selesai, tetapi juga mencari solusi bagi sejumlah persoalan lain seperti pembangunan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan dan konservasi lingkungan hidup. Pembahasannya juga terkait dengan perubahan iklim yang tidak lagi dibicarakan di lingkungan terbatas dan aktivis, tetapi juga mendapat perhatian khusus kedua benua.
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa terjadi proses komunikasi internasional dalam Konferensi Asia Afrika. Hal ini dibuktikan dengan telah diresmikannya Forum Komunikasi Bisnis Asia-Afrika (AABS) dan rencana untuk membuat Asian African Parliamentary Group. Bahkan salah satu hasil KAA kemarin adalah akan didirikannya kedutaan besar Ethiopia di Indonesia yang semula belum ada. Berbagai manfaat seperti meningkatnya kesejahteraan perdamaian dan stabilitas keamanan negara serta terlaksananya kemitraan yang lebih erat sehingga menjadi sarana berbagi pengalaman dalam meningkatkan pembangunan ekonomi tercipta berkat dilaksanakannya KKA. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi internasional sangat dibutuhkan dan memegang peranan yang penting dalam kegiatan suatu negara terutama dalam hal berhubungan dengan negara lain demi mempererat hubungan dan meningkatkan kesejahteraan serta membantu terlaksananya program di negara-negara tersebut.

Minggu, 26 April 2015

LANDASAN DALAM ILMU FILSAFAT

Filsafat ilmu adalah dua kata yang saling terkait, baik secara substansial maupun historis karena kelahiran suatu ilmu tidak lepas dari peranan filsafat, sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Kelahiran filsafat di Yunani menunjukkan pola pemikiran bangsa Yunani dari pandangan mitologi yang akhirnya lenyap dan pada gilirannya rasiolah yang dominan.
Pokok permasalahan yang dikaji filsafat mencakup tiga segi. Pertama, logika yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. Logika membahas tentang prinsip-prinsip inferensia (kesimpulan) yang absah (valid) dan topik-topik yang saling berhubungan. Logika sendiri terbagi menjadi dua. Logika deduktif (deductive form of inference), yaitu cara berpikir di mana pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya menggunakan pola berpikir silogismus. Pernyataan yang mendukung silogismus disebut premis. Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif berdasarkan kedua premis tersebut. Perkembangan logika deduktif dimulai sejak masa Aristoteles, setelah kontribusi oleh Stoics dan para logikawan lain pada zaman pertengahan, mereka mengasumsikannya sebagai garis besar tradisi Aristotelesian  Logika induktif (inductive form of inference), yaitu cara berpikir yang dilakukan dengan cara menarik suatu kesimpulan bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat khusus. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang khas dan terbatas kemudian diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Prinsip induktif mampu digunakan dalam ilmu terapan pada masa John Stuart Mill dalam metodenya tentang analisis–sebab (causal analysis) bersama dengan prinsip teori peluang dan praktek statistik yang masih menjadi sumber-sumber utama penampilan buku tentang logika induktif. Banyak para ahli berpendapat bahwa sekalipun sejak 1940-an logika deduktif berkembang tetapi masih belum menyamai taraf yang dicapai oleh logika deduktif. Dalam hal ini, logika deduktif lebih powerful.
 Kedua, etika yang membicarakan tingkah laku (moral) atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik ataupun buruk. Etika dalam kajian filsafatnya dapat diberi arti sebagai tata krama dan sopan santun yang lahir dari pemahaman perbuatan yang baik dan buruk serta sebuah tata aturan yang berlaku dalam masyarakat yang menjadi sebuah kebudayaan yang wajib untuk taat dipatuhi.
Ketiga, estetika yang membicarakan tentang keindahan. Estetika disebut juga sebagai “filsafat keindahan” (philosophy of beauty). Estetika merupakan cabang filsafat yang berkenaan dengan keindahan dan hal yang indah dalam alam dan seni. Secara garis besar, filsafat terdiri atas tiga cabang yaitu: ontologi, epistimologi, dan aksiologi. Ketiga cabang itu sebenarnya merupakan satu kesatuan dan berkaitan satu sama lain.
1.      Ontologi
Ontologi merupakan cabang ilmu filsafat yang mempelajari mengenai apa yang dikaji oleh ilmu. Dalam hal ini, hal-hal yang dikaji adalah hal-hal yang bersifat indrawi atau empiris. Ontologi kerap disebut juga metafisika atau filsafat pertama. Kata ontologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu on atau ontos yang berarti ada atau keberadaan dan logos yang bermakna studi atau ilmu tentang keberadaan sesuatu. Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret atau realistis. Hakekat kenyataan atau realitas bisa didekati ontologi dengan dua macam sudut pandang, yaitu kuantitatif (menanyakan apakah kenyataan itu tunggal atau jamak?) dan kualitatif (menanyakan apakah kenyataan/realitas tersebut memiliki kualitas tertentu). Adapun teori Ontologi utama meliputi:
1. Materialisme à Objek-objek fisik yang ada mengisi ruang angkasa dan tidak ada yang lainnya. Semua sifat fisik alami tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri.
2. Idealisme à Hanya pikiran/berpikir, spirit, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan berpikir yang benar-benar nyata (konkret).
3. Dualisme à Keberadaan berpikir/pikiran dan material adalah nyata dan keduanya tidak saling mengurangi satu dengan yang lain.
Ontologi dapat diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan, di antaranya adalah, 1. Ontologi pada dataran transenden, yakni hakikat proses adanya kebenaran berdasarkan nilai-nilai ketuhanan 2. Ontologi pada dataran ideal yakni hakikat proses adanya kebenaran melalui proses berfikir, baik dalam bentuk gagasan, ide, konsep. Ontologi pada dataran ini memunculkan aliran idealisme, rasionalisme dan eksistensialisme. 3. Ontologi pada dataran empiris, yakni hakikat proses adanya kebenaran melalui pancaindra. Ontologi pada dataran ini memunculkan aliran empirisme, naturalisme, realisme, positivisme dan materialisme.
Dalam ontologi juga dikaji dikaji beberapa ilmu, antara lain:
-          Metafisika
Metafisika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada atau  membicarakan sesuatu dibalik yang tampak. Metafisika tidak muncul dengan karakter sebagai disiplin ilmu yang normatif tetapi tetap filsafat yang ditujukan terhadap pertanyaan-pertanyaan seputar perangkat dasar kategori-kategori untuk mengklasifikasikan dan menghubungkan aneka fenomena percobaan oleh manusia.
Dalam metafisika, terdapat berbagai persoalan yang dikaji. Pertama, kosmologi atau teori umum proses realitas. Kosmologi berkepentingan terhadap cara berbagai benda dan peristiwa yang satu mengikuti cara berbagai benda dan peristiwa lain menurut perubahan waktu (satu benda ditentukan oleh benda lainnya). Satu benda atau peristiwa ditentukan oleh sebab sebelumnya dan tidak dapat dibalik. Determinan-determinan dari peristiwa alam yang dianggap beroperasi dengan cara terakhir tersebut dinamakan Aristoteles sebagai “sebab-sebab final” à final causes à dikenal sebagai antecedent causes. Determinisme merupakan pandangan tentang apapun yang terjadi bersifat universal, tanpa kecuali, dan secara lengkap ditentukan oleh sebab-sebab sebelumnya. Bila pandangan ini digabung dengan konsepsi materialisme, yaitu semua proses adalah fisik secara ekslusif, maka pandangan deterministik ini dinamakan mekanisme. Deterministik diakui dunia pendidikan internasional sebagai pendekatan yang powerful. Selain pandangan determinisme, kita perlu mengenal pandangan lain, yaitu teleologi. Teleologi adalah proses yang dianggap ditentukan oleh aneka pengaruh atau sebab akhir (influenced by ends). Kedua, antropologi. Antropologi adalah ilmu yang menyelidiki tentang manusia yang berkaitan dengan pertanyaan pertanyaan tentang hakikat manusia dan pentingnya dalam alam semesta.
Metafisika merupakan cabang filsafat yang membicarakan sesuatu yang bersifat “keluarbiasaan” (beyond nature) yang berada di luar pengalaman manusia (immediate experience). Metafisika mengkaji sesuatu yang berada di luar hal-hal yang biasa yang berlaku pada umumnya (keluarbiasaan) atau hal-hal yang tidak alami, serta hal-hal yang berada di luar kebiasaan atau di luar pengalaman manusia. Metafisika memiliki implikasi-implikasi penting untuk pendidikan karena kurikulum sekolah berdasarkan pada apa yang kita ketahui mengenai realitas. Dan apa yang kita ketahui mengenai realitas itu dikedalikan/didorong oleh jenis-jenis pertanyaan yang diajukan mengenai dunia. Pada kenyataannya, setiap posisi yang berkenaan dengan apa yang harus diajarkan disekolah di belakangnya memiliki suatu pandangan realitas tertentu, sejumlah respons tertentu pada pertanyaan-pertanyaan metafisika.
-          Asumsi
Asumsi adalah suatu pernyataan yang tidak terlihat kebenarannya, atau kemungkinan benarnya tidak tinggi. Belajar dapat dipahami sebagai penyimpan informasi mulai dari menerima informasi dari perhatian, pemahaman dan urutan peristiwa langsung ataupun tak langsung sehingga dapat di simpan melalui ingatan dan direproduksi menimbulkan motivasi untuk mengingatnya. Dalam mengembangkan asumsi harus diperhatikan dua hal: 1. Asumsi harus relevan dengan bidang dan tujuan pengkajian displin keilmuan. Asumsi yang seperti ini harus oprasional, dan merupakan dasar dari pengkajian teoritis. 2. Asumsi harus disimpulkan dari “keadaan sebagaimana adanya”, bukan ‟bagaimana keadaan yang seharusnya”. Presumsi adalah suatu pernyataan yang disokong oleh bukti atau percobaan percobaan, meskipun tidak konklusif dianggap sebagai benar atau walaupun kemungkinannya tinggi bahwa pernyataan itu benar. Hipotesis merupakan asumsi, jika diperiksa ke belakang (backward). Jika diperiksa ke depan (forward) maka hipotesis merupakan kesimpulan.
-          Peluang
Ilmu Probabilistik atau ilmu tentang peluang termasuk cabang ilmu yang baru. Walau termasuk ilmu yang relatif baru, ilmu ini bersama dengan statistika berkembang cukup pesat.
Peluang dinyatakan dari angka 0 sampai 1. Angka 0 menyatakan bahwa suatu kejadian itu tidak mungkin terjadi. Dan angka 1 menyatakan bahwa sesuatu itu pasti terjadi. Misalnya bahwa peluang semua makhluk hidup itu akan mati dinyatakan dengan angka 1.
Seseorang yang mengenal dengan baik hakikat ilmu akan lebih mempercayai pernyataan “ 80% anda akan sembuh jika meminum obat ini” daripada pernyataan “yakinlah bahwa anda pasti sembuh setelah meminum obat ini”. Hal ini menyadarkan kita bahwa suatu ilmu menawarkan kepada kita suatu jawaban yang berupa peluang. Yang didalamnya selain terdapat kemungkin bernilai benar juga mengandung kemungkinan yang bernilai salah. Nilai kebenarannya pun tergantung dari presentase kebenaran yang dikandung ilmu tersebut. Sehingga ini akan menuntun kita kepada seberapa besar kepercayaan kita akan kita tumpukan pada jawaban yang diberikan oleh ilmu tersebut.
Untuk menjelaskan fakta dari suatu pengamatan, tidak pernah pasti secara mutlak karena masih ada kemungkinan kesalahan pengamatan. Namun di luar dari pada itu jika hal ini ditinjau dari hakikat hukum keilmuwan maka terdapat kepastian yang lebih besar lagi. Karena itu ilmu menyimpulkan sesuatu dengan kesimpulan probabilistik. Ilmu tidak pernah ingin dan tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat mutlak. Ilmu memberikan pengetahuan sebagai dasar untuk mengambil keputusan, dimana keputusan tersebut harus didasarkan kepada penafsiran kesimpulan ilmiah yang bersifat relatif. Dengan demikian maka kata akhir dari suatu keputusan terletak di tangan manusia, dan buka pada teori-teori keilmuan.
-          Beberapa asumsi dalam ilmu
Setiap ilmu selalu memerlukan asumsi. Asumsi diperlukan untuk mengatasi penelaahan suatu permasalahan menjadi lebar. Semakin terfokus obyek telaah suatu bidang kajian, semakin memerlukan asumsi yang lebih banyak. Asumsi dapat dikatakan merupakan latar belakang intelektual suatu jalur pemikiran. Asumsi dapat diartikan pula sebagai merupakan gagasan primitif, atau gagasan tanpa penumpu yang diperlukan untuk menumpu gagasan lain yang akan muncul kemudian. Asumsi diperlukan untuk menyuratkan segala hal yang tersirat. Terdapat beberapa jenis asumsi yang dikenal, antara lain:
a.       Aksioma yaitu pernyataan yang disetujui umum tanpa memerlukan pembuktian karena kebenaran sudah membuktikan sendiri.
b.      Postulat adalah pernyataan yang dimintakan persetujuan umum tanpa pembuktian, atau suatu fakta yang hendaknya diterima saja sebagaimana adanya.
Dalam menentukan suatu asumsi dalam perspektif filsafat, permasalahan utamanya adalah mempertanyakan pada pada diri sendiri (peneliti) apakah sebenarnya yang ingin dipelajari dari ilmu. Terdapat kecenderungan, sekiranya menyangkut hukum kejadian yang berlaku bagi seluruh manusia, maka harus bertitik tolak pada paham deterministik. Sekiranya yang dipilih adalah hukum kejadian yang bersifat khas bagi tiap individu manusia maka akan digunakan asumsi pilihan bebas. Di antara kutub deterministik dan pilihan bebas, penafsiran probabilistik merupakan jalan tengahnya.
Semakin banyak asumsi berarti semakin sempit ruang gerak penelaahan suatu obyek observasi. Dengan demikian, untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat analistis, yang mampu menjelaskan berbagai kaitan dalam gejala yang ada, maka pembatasan dalam bentuk asumsi yang kian sempit menjadi diperlukan.
-          Batas-batas penjelajah ilmu
Pada saat ilmu mulai berkembang pada tahap ontologis, manusia mulai mengambil jarak dari obyek sekitar. Manusia mulai memberikan batas-batas yang jelas kepada obyek tertentu yang terpisah dengan eksistensi manusia sebagai subyek yang mengamati dan yang menelaah obyek tersebut. Dalam menghadapi masalah tertentu, dalam tahap ontologis manusia mulai menentukan batas-batas eksistensi masalah tersebut, yang memungkinkan manusia mengenal wujud masalah itu, untuk kemudian menelaah dan mencari pemecahan jawabannya.
Dalam usaha untuk memecahkan masalah tersebut, ilmu mencari penjelasan mengenai permasalahan yang dihadapinya agar dapat mengerti hakikat permasalahan yang dihadapi itu. Dalam hal ini ilmu menyadari bahwa masalah yang dihadapi adalah masalah yang bersifat konkret yang terdapat dalam dunia nyata. Secara ontologis, ilmu membatasi masalah yang dikajinya hanya pada masalah yang terdapat pada ruang jangkauan pengalaman manusia.
Ilmu memulai penjelajahannya pada pengalaman manusia dan berhenti di batas pengalaman manusia. Pembatasan ini disebabkan karena fungsi ilmu itu sendiri dalam kehidupan manusia yakni sebagai alat pembantu manusia dalam menanggulangi masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari. Persoalan mengenai hari kemudian tidak akan kita tanyakan kepada ilmu, melainkan kepada agama.
Ruang penjelajahan keilmuan kemudian menjadi cabang-cabang ilmu. Pada dasarnya cabang-cabang ilmu tersebut berkembang dari dua cabang utama yakni filsafat alam yang kemudian berkembang menjadi rumpun ilmu-ilmu alam dan filsafat moral yang kemudian berkembang ke dalam cabang ilmu-ilmu sosial. Ilmu-ilmu alam dibagi lagi menjadi ilmu alam dan ilmu hayat. Ilmu-ilmu sosial berkembang menjadi antropologi, psikologi, ekonomi,sosiologi dan ilmu politik.
Di samping ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial, pengetahuan mencakup juga humaniora dan matematika. Humaniora terdiri dari seni, filsafat, agama, bahasa dan sejarah.
Ilmu memulai penjelajahannya pada pengalaman manusia dan berhenti di batas pengalaman manusia. Fungsi ilmu yakni sebagai alat pembantu manusia dalam menanggulangi masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari. Ilmu diharapkan membantu kita memerangi penyakit, membangun jembatan, irigasi, membangkitkan tenaga listrik, mendidik anak, memeratakan pendapatan nasional dan sebagainya. Persoalan mengenai hari kemudian tidak akan kita tanyakan kepada ilmu, melainkan kepada agama, sebab agamalah pengetahuan yang mengkaji masalah-masalah seperti itu. Ilmu-ilmu murni kemudian berkembang menjadi ilmu-ilmu terapan, seperti ilmu murni dan ilmu terapan, mekanika ekanika teknik, hidrodinamika teknik aeronautical, teknik dan desai kapal, bunyi teknik akuistik, cahaya dan optik teknik iluminasi, kelistrika teknik elektronik, magnetisme teknik kelistrikan, dan fisika nuklir teknik nuklir.
2.      Epistemologi
      Istilah “Epistemologi” berasal dari bahasa Yunani yaitu “episteme” yang berarti pengetahuan dan ‘logos” berarti perkataan, pikiran, atau ilmu. Kata “episteme” dalam bahasa Yunani berasal dari kata kerja epistamai, artinya menundukkan, menempatkan, atau meletakkan. Maka, secara harafiah episteme berarti pengetahuan sebagai upaya intelektual untuk menempatkan sesuatu dalam kedudukan setepatnya. Bagi suatu ilmu pertanyaan yang mengenai definisi ilmu itu, jenis pengetahuannya, pembagian ruang lingkupnya, dan kebenaran ilmiahnya, merupakan bahan-bahan pembahasan dari epistemologinya.
Epistemologi sering juga disebut teori pengetahuan (theory of knowledge). Epistemologi lebih memfokuskan kepada makna pengetahuan yang berhubungan dengan konsep, sumber, dan kriteria pengetahuan, jenis pengetahuan, dan lain sebagainya.
Ruang lingkup epistemologi meliputi hakekat, sumber dan validitas pengetahuan. Ruang lingkup tersebut dapat dirinci menjadi enam aspek, yaitu hakikat, unsur, macam, tumpuan, batas, dan sasaran pengetahuan. Epistemologi juga mencakup beberapa hal seperti pertanyaan yang harus dijawab, apakah ilmu itu, dari mana asalnya, apa sumbernya, apa hakikatnya, bagaimana membangun ilmu yang tepat dan benar, apa kebenaran itu, mungkinkah kita mencapai ilmu yang benar, apa yang dapat kita ketahui, dan sampai dimanakah batasannya. Semua pertanyaan itu dapat diringkat menjadi dua masalah pokok; masalah sumber ilmu dan masalah benarnya ilmu. Epistemologi mencakup aspek yang begitu luas, sehingga epistemologi disimpulkan sama luasnya dengan filsafat. Usaha menyelidiki dan mengungkapkan kenyataan selalu seiring dengan usaha untuk menentukan apa yang diketahui dibidang tertentu.
Seringkali kajian epistemologi lebih banyak terbatas pada dataran konsepsi asal-usul atau sumber ilmu pengetahuan secara konseptual-filosofis. Padahal, epistemologi banyak membicarakan mengenai apa yang membentuk pengetahuan ilmiah. Sementara itu, aspek-aspek lainnya justru diabaikan dalam pembahasan epistemologi, atau setidak-tidaknya kurang mendapat perhatian yang layak. Ada beberapa aliran dalam epistemologi, diantaranya:
-          Empirisme
Kata empiris berasal dari kata Yunani empieriskos yang berasal dari kata empiris, yang artinya pengalaman. Menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya. Dan bila dikembalikan kepada kata yunaninya, pengalaman yang dimaksud ialah pengalaman inderawi. Manusia tahu es dingin karena manusia menyentuhnya, gula manis karena manusia mencicipinya.
Manusia pada mulanya kosong dari pengetahuan, lantas pengalamannya mengisi jiwa yang kosong itu, lantas ia memiliki pengetahuan. Mula-mula tangkapan indera yang masuk itu sederhana, lama-lama sulit, lalu tersusunlah pengetahuan. Berarti, bagaimanapun kompleksnya pengetahuan manusia, ia selalu dapat dicari ujungnya pada pengalaman indera. Sesuatu yang tidak dapat diamati dengan indera bukan pengetahuan yang benar. Jadi, pengalaman indera itulah sumber pengetahuan yang benar. Teori ini adalah teori tabula rusa dari John Locke, bapak aliran empirisme pada zaman modern,  yang secara bahasa berarti meja lilin.
Metode penelitian yang menjadi tumpuan aliran ini adalah metode eksperimen. Kesimpulannya bahwa aliran empirisme lemah karena keterbatasan indera manusia. Misalnya benda yang jauh kelihatan kecil, sebenarnya benda itu kecil ketika dilihat dari jauh sedangkan kalau dilihat dari dekat benda itu besar.
-          Rasionalisme
Secara singkat aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan. Pengetahuan yang benar diperoleh dan diukur dengan akal. Manusia, menurut aliran ini, memperoleh pengetahuan melalui kegiatan akal menangkap objek. Bapak aliran ini adalah Descartes. Descartes seorang filosof yang tidak puas dengan filsafat scholastic yang pandangannya bertentangan, dan tidak ada kepastian disebabkan oleh kurangnya metode berpikir yang tepat. Dan ia juga mengemukakan metode baru, yaitu metode keragu-raguan. Jika orang ragu terhadap segala sesuatu, dalam keragu-raguan itu jelas ia sedang berpikir. Sebab, yang sedang berpikir itu tentu ada dan jelas ia sedang erang menderang. Cogito Ergo Sun (saya berpikir, maka saya ada).
Rasio merupakan sumber kebenaran. Hanya rasio sajalah yang dapat membawa orang kepada kebenaran. Yang benar hanya tindakal akal yang terang benderang yang disebut Ideas Claires el Distictes (pikiran yang terang benderang dan terpilah-pilah). Idea terang benderang inilah pemberian tuhan seorang dilahirkan (idea innatae = ide bawaan). Sebagai pemberian tuhan, maka tak mungkin tak benar. Karena rasio saja yang dianggap sebagai sumber kebenaran, aliran ini disebut rasionlisme. Aliran rasionalisme ada dua macam, yaitu dalam bidang agama dan dalam bidang filsafat. Dalam bidang agama, aliran rasionalisme adalah lawan dari otoritas dan biasanya digunakan untuk mengkritik  ajran agama. Adapun dalam bidang filsafat, rasionalisme adalah lawan dari empirisme dan sering berguna dalam menyusun teori pengetahuan.
-          Positivisme
Tokoh aliaran ini adalah August Compte. Ia menganut paham empirisme. Ia berpendapat bahwa indera itu sangat penting dalam memperoleh pengetahuan. Tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen. Kekeliruan indera akan dapat dikoreksi lewat eksperimen. Eksperimen memerlukan ukuran-ukuran yang jelas. Misalnya untuk mengukur jarak kita harus menggunakan alat ukur misalnya meteran, untuk mengukur berat menggunakan neraca atau timbangan misalnya kiloan. Dan dari itulah kemajuan sains benar benar dimulai. Kebenaran diperoleh dengan akal dan didukung oleh bukti empirisnya. Dan alat bantu itulah bagian dari aliran positivisme. Jadi, pada dasarnya positivisme bukanlah suatu aliran yang dapat berdiri sendiri. Aliran ini menyempurnakan empirisme dan rasionalisme.
-          Intuisionisme
Henri Bergson adalah tokoh aliran ini. Ia menganggap tidak hanya indera yang terbatasa, akal juga terbatas karena objek yang selalu berubah. Jadi, pengetahuan kita tentangnya tidak pernah tetap. Intelektual atau akal juga terbatas. Akal hanya dapat memahami suatu objek bila ia mengonsentrasikan dirinya pada objek itu, jadi dalam hal itu manusia tidak mengetahui keseluruhan (unique), tidak dapat memahami sifat-sifat yang tetap pada objek. Misalnya manusia menpunyai pemikiran yang berbeda-beda. Dengan menyadari kekurangan dari indera dan akal maka bergson mengembangkan satu kemampuan tingkat tinggi yang dimiliki manusia, yaitu intuisi.
-          Kritisme
Aliran ini muncul pada abad ke-18 suatu zaman baru dimana seseorang ahli pemikir yang cerdas mencoba menyelesaikan pertentangan antara rasionalisme dengan empirisme. awalnya, Kant mengikuti rasionalisme tetapi terpengaruh oleh aliran empirisme. Akhirnya kant mengakui peranan akal harus dan keharusan empiris, kemudian dicoba mengadakan sintesis.  Walaupun semua pengetahuan bersumber pada akal (rasionalisme), tetapi adanya pengertian timbul dari pengalaman (empirime). Jadi, metode berpikirnya disebut metode kiritis. Walaupun ia mendasarkan diri dari nilai yang tinggi dari akal, tetapi ia tidak mengingkari bahwa adanya persoalan-persoalan yang melampaui akal.



-          Idealisme
Idealisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanya dapat dipahami dalam kaitan dengan jiwa dan roh. Istilah idealisme diambil dari kata idea yaitu suatu yang hadir dalam jiwa. Pandangan ini dimiliki oleh plato dan pada filsafat modern.
Idealisme mempunyai argumen epistemologi tersendiri. Oleh karena itu, tokoh-tokoh teisme yang mengajarkan bahwa materi tergantung pada spirit tidak disebut idealisme karena mereka tidak menggunakan argumen epistemologi yang digunakan oleh idealisme. Idealisme secara umum berhubungan dengan rasionalisme. Ini adalah mazhab epistemologi yang mengajarkan bahwa pengetahuan apriori atau deduktif dapat diperoleh dari manusia dengan akalnya.
Secara global epistemologi berpengaruh terhadap peradaban manusia. Suatu peradaban, sudah tentu dibentuk oleh teori pengetahuannya. Epistemologi mengatur semua aspek studi manusia, dari filsafat dan ilmu murni sampai ilmu sosial. Epistemologi dari masyarakatlah yang memberikan kesatuan dan koherensi pada tubuh, ilmu-ilmu mereka itu suatu kesatuan yang merupakan hasil pengamatan kritis dari ilmu-ilmu dipandang dari keyakinan, kepercayaan dan sistem nilai mereka. Epistemologilah yang menentukan kemajuan sains dan teknologi. Wujud sains dan teknologi yang maju disuatu negara, karena didukung oleh penguasaan dan bahkan pengembangan epistemologi. Tidak ada bangsa yang pandai merekayasa fenomena alam, sehingga kemajuan sains dan teknologi tanpa didukung oleh kemajuan epistemologi. Epistemologi menjadi modal dasar dan alat yang strategis dalam merekayasa pengembangan-pengembangan alam menjadi sebuah produk sains yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Demikian halnya yang terjadi pada teknologi. Meskipun teknologi sebagai penerapan sains, tetapi jika dilacak lebih jauh lagi ternyata teknologi sebagai akibat dari pemanfaatan dan pengembangan epistemologi.
Epistemologi senantiasa mendorong manusia untuk selalu berfikir dan berkreasi menemukan dan menciptakan sesuatu yang baru. Semua bentuk teknologi yang canggih adalah hasil pemikiran-pemikiran secara epistemologis, yaitu pemikiran dan perenungan yang berkisar tentang bagaimana cara mewujudkan sesuatu, perangkat-perangkat apa yang harus disediakan untuk mewujudkan sesuatu itu, dan sebagainya.

3.      Aksiologi
Aksiologi adalah pembahasan mengenai nilai moral pengetahuan. Aksiologi menjawab pertanyaan-pertanyaan model begini: untuk apa pengetahuan itu digunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan pengetahuan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara metode pengetahuan dengan norma-norma moral/profesional?
Perbedaan suatu pengetahuan dengan pengetahuan lain tidak mesti dicirikan oleh perbedaan dalam ketiga aspek itu sekaligus. Bisa jadi objek dari dua pengetahuan sama, tetapi metode dan penggunaannya berbeda. Filsafat dan agama kerap bersinggungan dalam hal objek (sama-sama membahas hakekat alam, baik-buruk, benar-salah, dsb), tetapi metode keduanya jelas beda. Sementara perbedaan antar sains terutama terletak pada objeknya, sedangkan metodenya sama.
Pengetahuan yang diperoleh lewat metode sains bukanlah terutama untuk pengetahuan itu sendiri, melainkan sebagai alat untuk membantu manusia dalam memecahkan masalah sehari-hari. Kegunaan ini diperoleh dengan tiga cara, description (menjelaskan), prediction (meramal, memerkirakan), dan controling (mengontrol). Penjelasan diperoleh dari teori. Dihadapkan pada masalah praktis, teori akan memerkirakan apa yang akan terjadi. Dari perkiraan itu, kita memersiapkan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengontrol segala hal yang mungkin timbul, entah itu merugikan atau menguntungkan.
Satu sisi yang sering diperdebatkan adalah menyangkut netralitas sains, kaitannya dengan agama atau ideologi tertentu. Pada dasarnya sains itu netral, atau setidaknya bermaksud untuk netral, dalam arti ia hanya bermaksud menjelaskan sesuatu secara apa adanya. Tetapi sains dapat mengilhami suatu pandangan dunia tertentu, dan ini tidak netral. Misalnya teori evolusi Darwin dapat menjadi pandangan dunia yang mekanistik dan ateistik. Dan hal ini sangat mencemaskan bagi kaum agamawan.
Lahirnya suatu teori juga ternyata tidak bisa dilepaskan dari konteks tempat teori itu dilahirkan. Konteks meliputi pandangan dunia yang dianut ilmuwan, latar belakang budaya, bahasa, dll. Pengaruh konteks ini terutama sangat terasa pada sains sosial sehingga suatu sains bisa menghasilkan beragam aliran dan perspektif.

Minggu, 22 Maret 2015

KOMUNIKASI INTERNASIONAL: PEREDARAN NARKOTIKA DARI NEGARA LAIN KE INDONESIA



A.    Pendahuluan
Narkoba menududuki peringkat 20 penyumbang kematian terbesar dan peringkat 10 di negara berkembang. Bedasarkan penggolongan kasus narkoba di tahun 2012, terjadi tren kenaikan kasus psikotropika (shabu dan ekstasi) dengan jumlah 8% dari tahun 2011 ke tahun 2012. Sedangkan tren kasus yang mengalami penurunan sebesar 12,68% di tahun 2012 adalah kasus bahan adiktif lainnya.
Di dunia internasional, Kota Dumai merupakan kawasan strategis bagi peredaran narkotika jaringan internasional. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya tangkapan dengan jumlah barang bukti cukup besar yang berasal dari luar negeri. Kondisi ini menjadi tantangan aparat kepolisian dan instansi terkait untuk melakukan langkah antisipasi dalam mencegah dan mengungkap peredarannya.
Di Indonesia sendiri salah satu gudang peredaran narkotika adalah Kota Sukabumi. Menurut berita online di Detik.com, Kabupaten Sukabumi yang ada di Jawa Barat ternyata termasuk dalam satu fokus sasaran lokasi penanganan peredaran narkotika. Pasalnya, menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Anang Iskandar, Sukabumi adalah salah satu lokasi peredaran narkotika yang besar.

Selasa, 06 Januari 2015

STRATEGI KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR



A.                Pendahuluan
Indonesia adalah negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia dengan garis pantai sepanjang 81.000 km (terpanjang kedua setelah Kanada) dan sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah pesisir (Coastal Zone). Di wilayah pesisir tersebut, terdapat banyak masyarakat miskin yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, bahkan pedagang ikan. Masyarakat pesisir memiliki kehidupan yang khas, dihadapkan langsung pada kondisi ekosistem yang keras, dan sumber kehidupan yang bergantung pada pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut. Masyarakat pesisir terutama nelayan kecil, masih terbelit oleh persoalan kemiskinan dan keterbelakangan. Terdapat persoalan tertentu terkait dengan aspek ekologis, sosial, dan ekonomi, sehingga masyarakat pesisir masih tertinggal.

Jumat, 02 Januari 2015

KESENIAN EBEG KHAS CILACAP


A.    Pendahuluan
Kesenian adalah salah satu bagian dari kebudayaan dan merupakan hasil budi daya manusia. Bentuk kesenian yang ada di Indonesia adalah seni musik, seni lukis, seni drama, seni sastra dan seni tari. Perwujudan seni yang ada di masyarakat merupakan cermin dari kepribadian hidup masyarakat. Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa dapat dilihat dari kebudayaan atau kesenian yang dimilikinya, oleh sebab itu kesenian sebagai salah satu bagian dari kebudayaan perlu  dilestarikan dan dikembangkan.
Banyumas sebagai salah satu bagian wilayah propinsi Jawa Tengah, memiliki berbagai macam budaya, adat istiadat, dialek, makanan tradisional dan kesenian yang menarik, hal tersebut dikarenakan letak geografis Banyumas yang berada pada perbatasan dua etnis yang berbeda yaitu masyarakat Jawa Barat dengan etnik Sunda. Kesenian khas Banyumas tersebar di seluruh daerah-daerah sekitar Banyumans seperti di Purwokerto, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Gombong, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, Kulon progo, dan Magelang. Kesenian-kesenian tersebut pada umumnya merupakan seni pertunjukan rakyat yang memiliki fungsi- fungsi tertentu berkaitan dengan kehidupan masyarakat pemiliknya. Kesenian yang berasal dari di daerah Banyumas antara lain,  Aplang, Buncis, Sintren, Angguk, Ebeg atau  Jathilan, Dhames, Baritan, Ujungan, Gamelan Calung, Wayang kulit, Jemblung, Begalan, Aksi muda, Rodat, Dhaeng, Sintren, Ronggeng, Ketoprak, Dagelan, dan Lengger Calung.

Kamis, 01 Januari 2015

JURNALISTIK MEDIA ELEKTRONIK: NILAI BERITA PADA JURNALISME ONLINE MASA KINI



 A. Pendahuluan

Saat ini, manusia telah memasuki era global. Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan manusia yang sangat melekat dan tak bisa dipisahkan. Pada awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah kerja manusia. Oleh karena itu, teknologi terus dikembangkan hingga menciptakan teknologi yang bisa memperpendek jangkauan dan mempersingkat waktu, termasuk diantaranya penemuan nternet pada tahun 1990-an. Namun, seiring berjalannya waktu justru akhirnya manusia tergantung pada teknologi yang dibuatnya sendiri. Teknologi telah megubah cara berkomunikasi masyarakat. Cara penyampaian berita kepada masyarakat dengan cara “manual” dianggap tidak relevan lagi. Bahkan media seperti surat kabar, televisi, dan radio tidak hanya mengandalkan medianya itu sendiri, tapi sudah memakai internet. Manusia juga telah merumuskan dan mencari model tentang proses penyampaian berita melalui internet. Prof. Philip Meyer pernah meramalkan bahwa koran terakhir yang terbit dan dibaca orang akan terjadi pada tahun 2040, dan hal tersebut terjadi akibat kekuatan internet.

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DALAM PERSPEKTIF GENDER



Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah kekerasan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami maupun oleh istri. Meskipun dapat dilakukan oleh suami ataupun istri namun pada umumnya KDRT dilakukan oleh suami kepada istri, walaupun ada juga korban justru sebaliknya, atau orang-orang yang tersubordinasi di dalam rumah tangga itu. Pelaku atau korban KDRT adalah orang yang mempunyai hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, perwalian dengan suami, dan anak bahkan pembatu rumah tangga, tinggal di rumah ini. Ironisnya kasus KDRT sering ditutup-tutupi oleh si korban karena terpaut dengan struktur budaya, agama dan sistem hukum yang belum dipahami. Padahal perlindungan oleh negara dan masyarakat bertujuan untuk memberi rasa aman terhadap korban serta menindak pelakunya.

KESETARAAN GENDER DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA



Gender diartikan sebagai jenis kelamin sosial, sedangkan seks adalah jenis kelamin biologis. Dalam gender ada perbedaan peran, fungsi dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan sebagai hasil konstruksi sosial. Namun, gender masih diartikan oleh masyarakat sebagai perbedaan jenis kelamin. Masyarakat belum memahami bahwa gender adalah suatu konstruksi budaya tentang peran fungsi dan tanggung jawab sosial antara laki-laki dan perempuan. Kondisi demikian mengakibatkan kesenjangan peran sosial dan tanggung jawab sehingga terjadi diskriminasi, terhadap laki-laki dan perempuan. Hanya saja bila dibandingkan, diskriminasi terhadap perempuan kurang menguntungkan dibandingkan laki-laki. Salah satu wacana publik yang paling mencolok selama satu dekade terakhir ini adalah ketidakadilan dan ketidaksetaraan berdasarkan perbedaan jenis kelamin sosial (gender), misalnya masih adanya anggapan masyarakat bahwa wanita tidak bebas duduk di bangku sekolah, dipingit, karena ada anggapan masyarakat yang sudah mengakar dan sudah menjadi adat kebiasaan yang begitu kental terutama di daerah pedesaan. Bahwa buat apa perempuan sekolah sampai tingkat tinggi nanti juga akan kembali pada sektor domestik yaitu dapur, sumur, dan kasur.

Senin, 09 Juni 2014

MEDIA SOSIAL SEBAGAI WADAH KAMPANYE


Teknologi nampaknya sudah menjadi candu bagi masyarakat Indonesia masa kini. Berbagai aspek kehidupan tak luput dari penggunaan teknologi sebagai media penunjangnya.  Hampir setiap orang menggunakan teknologi mulai dari radio, televisi, dan yang paling diminati saat ini adalah internet. Pemanfaatannya pun bukan lagi sekedar untuk hiburan, namun sudah merambah ke berbagai aspek seperti bisnis, pendidikan, bahkan politik.

Sabtu, 19 April 2014

STUDI BUDAYA DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI


Pada era teknologi dan komunikasi masa kini, kita tetap tak bisa terlepas dari studi budaya. Hal ini dikarenakan teknologi dan budaya memiliki hubungan dan saling terkait satu sama lain. Namun, sebelum membahas lebih panjang mengenai kaitan antara teknologi dan budaya, ada baiknya terlebih dahulu kita memahami mengenai studi budaya. Apakah studi budaya itu?

Jumat, 11 April 2014

MEDIA BARU DAN KELOMPOK KECIL



Teknologi agaknya telah menjadi salah satu komponen penting dalam kehidupan saat ini. Hampir semua aspek melibatkan teknologi baik sebagai media penunjang atau  media utamanya, termasuk dalam hal pekerjaan. Bahkan kini banyak kelompok-kelompok yang bermunculan dan terbentuk hingga melakukan pekerjaannya melalui teknologi.

Kamis, 20 Maret 2014

TEKNOLOGI KOMUNIKASI: MEDIA BARU DAN KOMUNITAS VIRTUAL



Perkembangan teknologi dari tahun ke tahun semakin pesat mengiringi kehidupan manusia. Ada saja berbagai temuan terbaru tentang berbagai jenis teknologi oleh para ahli. Manusia pun secara sadar maupun tidak sadar selalu mengikuti bahkan menggunakan teknologi-teknologi tersebut. Hal ini membuat adanya perkembangan masyarakat dari penggunakan media lama seperti koran dan radio, menuju ke penggunaan media baru seperti televisi dan internet.
Manusia adalah makhluk yang memiliki naluri untuk selalu berkembang, dan tidak pernah puas dengan apa yang telah ia capai atau miliki. Hal ini membuat manusia selalu terpacu untuk melakukan sesuatu yang lebih baru lagi, lebih hebat lagi, dan lebih memudahkan aktivitasnya sehari-hari, salah satunya adalah teknologi. Pada jaman dahulu, orang-orang harus meluangkan lebih banyak waktunya untuk duduk sambil membaca baris demi baris artikel dan berita di koran dengan ilustrasi gambarnya yang masih sederhana, atau menyempatkan waktunya untuk mendengarkan radio sambil membayangkan ilustrasi dari berita yang ia dengar sambil menunggu tukang pos datang membawakan sepucuk surat berisi kabar dari sanak saudara yang jauh disana. Hal ini dinilai kurang efektif dan efisien serta menyita lebih banyak waktu mereka. Oleh karena itu, manusia mengembangkan teknologi yang kita kenal dengan istilah Media Baru.

Senin, 17 Maret 2014

ISU POLITIK JOKOWI PADA PEMILU 2014



Tahun 2014 merupakan tahun pemilu bagi Indonesia. pemilu 2014 akan dilaksanakan dua kali yaitu pemilu legislatif pada tanggal 9 April 2014 yang akan memilih para anggota legislatif dan pemilu presiden pada tanggal 9 Juli 2014 yang akan memilih presiden dan wakil presiden. Tak pelak bursa capres pun terus menyeruak menjadi isu politik terhangat di Indonesia. Beberapa lembaga survey merilis elektabilitas tokoh-tokoh yang dinilai layak nyapres.
Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan tak akan maju lagi. Undang-undang mengatur posisi presiden paling lama dijabat dua periode berturut-turut. Hal itu, membuat kesempatan lebih terbuka bagi para calon lain untuk memperebutkan kursi presiden.

Kamis, 13 Maret 2014

TEKNOLOGI KOMUNIKASI



Seringkali pertanyaan muncul ketika berbicara tentang komunikasi adalah untuk apa kita berkomunikasi, fungsi komunikasi atau mengapa kita memerlukan komunikasi. Namun sedikit sekali yang melandasi pertanyaan-pertanyaan tersebut pada perkembangan teknologi komunikasi manusia dari hal-hal yang sederhana hingga teknologi tercanggih dewasa ini. Perkembangan teknologi itu tentu  tidak dapat terlepas dari inovasi-inovasi yang diciptakan manusia. Manusia dengan kemampuannya dan fungsinya sebagai individu sosial yang berinteraksi dengan individu lain berupaya untuk menciptakan komunikasi  dan media komunikasi yang efektif, cepat dan mobile. Teknologi komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia yang tentu kaitannya untuk memudahkan manusia untuk berhubungan dengan manusia lain. Lalu sebenarnya apakah teknologi komunikasi itu?

Selasa, 11 Maret 2014

IKLAN MEDIA CETAK



A.    SEJARAH IKLAN dan SURAT KABAR

Sejarah iklan memang selalu melekat dengan sejarah surat kabar. Pada awalnya surat kabar sering kali diidentikkan dengan pers, namun karena pengertian pers sudah luas, dimana media elektronik sekarang ini sudah dikategorikan dengan media juga. Untuk itu pengertian pers didefinisikan dalam arti sempit, pers hanya meliputi media cetak saja, salah satunya adalah surat kabar. Menurut Onong Uchjana Effendy, “Surat kabar adalah lembaran tercetak yang memuat laporan yang terjadi di masyarakat dengan ciri-ciri terbit secara periodik, bersifat umum, isinya termasa dan aktual mengenai apa saja dan dimana saja di seluruh dunia untuk diketahui pembaca” (Effendy,1993:241). 

Kamis, 06 Maret 2014

KOMUNIKASI INTERPERSONAL



BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Komunikasi ada di mana-mana, bisa di rumah ketika berkumpul bersama di ruang keluarga, di kampus ketika membicarakan tugas kelompok, di masjid ketika khutbah Jumat, di kantor ketika manager memberikan tugas dan di manapun di belahan dunia ini. Ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa 70 % waktu bangun kita digunakan untuk berkomunikasi. Dengan komunikasi kita menciptakan hal-hal positif di sekitar kita. Yaitu membentuk rasa saling pengertian menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang, menyebarkan pengetahuan dan melestarikan peradaban. Namun dengan komunikasi juga menciptakan hal-hal negatif di sekitar kita. Misalnya menyuburkan perpecahan, menumbuhkan permusuhan, menanamkan kebencian, merintangi kemajuan hingga menghambat pemikiran.

ANTUSIASME REMAJA TERHADAP KESENIAN TRADISIONAL BEGALAN

A.     Latar Belakang Masalah
Dalam Era Globalisasi atau era modern seperti sekarang ini kesenian tradisional mulai terpinggirkan tak terkecuali kesenian tradisional Banyumas yang berangsur-angsur mulai punah  bahkan yang paling dikhawatirkan yaitu apakah masyarakat Banyumas 50 tahun ke depan masih bisa menyaksikan kesenian daerahnya sendiri seperti lengger, calung, ebeg, kenthongan, buncis, begalan, ujungan, dhames, dan sebagainya. Bisa dikatakan bahwa beberapa kesenian tradisional Banyumas berada dalam kondisi dilematis, hidup enggan mati tak mau.  Pada kenyataanya masih ada sebagian sisi dari masyarakat yang memiliki minat untuk berkesenian. Namun di lain sisi perhatian dan pembinaan kesenian oleh pemerintah atau instansi terkait sangat kurang dan memprihatinkan menyebabkan terjadinya kemunduran dan Indikatornya adalah makin jarang kelompok yang mementaskan kesenian tradisional Banyumas.